BERIKAN DAN LUPAKAN
“BERIKAN DAN LUPAKAN”
Ah…aku tanpa sengaja membuat kata-kata itu,, dan ternyata
cukup berarti buatku. Ikhlas adalah kunci berkomunikasi, kunci sebuah
relationship, kunci keberhasilan seseorang dalam memaknai hidup. Orang jawa
bilang LEGOWO. Dalam menjalin sebuah komunikasi atau hubungan dengan siapapun,
apapun, kita harus dituntut bersikap ikhlas, legowo. Di film kiamat sudah dekat
digambarkan kalo mencapai sebuah keihklasan seseorang tidak bisa belajar dari buku. Ikhlas
bersumber dari hati yang bersih. Hati yang mencoba untuk tidak membebani diri
dengan hal-hal yang tidak berguna. Hati yang ingin memfokuskan diri untuk
mendapatkan ridhoNya.Hati yang tidak mendendam atas apa yang pernah diperbuat
orang pada dirinya. Hati yang ingin selalu terfokus pada diriNya. Hati yang
ingin menata diri.
Berikan dan lupakan, itu kunci keikhlasan, kata yang tanpa sengaja terketik di saat
bingung mo nulis apa di shotoutnya friendster. Hmmm…sebenarnya kata2 ini kurang
tepat kalo dibilang ga sengaja terketik, mungkin yang lebih tepat adalah buah
dari renungan dari banyak kejadidan yang aku alami. Kejadian kejadian yang
dituntut untuk dilupakan. Kejadian yang
bakalan tidak ada faedahnya untuk selalu disimpan di memori otak.
Banyak kejadian yang bisa sedikit terselasaikan dengan
kata-kata ini,misalnya paling gampang waktu kita member i seseorang kebaikan,
“berikan dan lupakan” bisa menjadikan kita tidak berharap mendapat imbalan dari orang tersebut, jadinya kita ga
berharap, kalopun dapat balasan kebaikan Alhamdulillah…kalopun ga,ya gpp,,kita ga
udah lupa kok habis ngapain aja.
Contoh lain nih…misalnya ada seseorang mo utang ke kita
50rb,, ya udah kita kasih aja….dan kita ikhlaskan dengan melupakan kalo kita
udah ngasih. Jadinya kalopun dia ga bayar ,, ya udah kan kita dah lupa udah
memberi seseorang,, nah kalo orang tersebut bayar utangnya…Alhamdulillah dapat rejeki, iya
ga???
Ada sebuah kejadian yang menarik juga…ada seorang teman yang
sms ke seseorang (kayaknya sih orang special), 10 menit habis sms dia marah2
gara2 someone yang di sms belum bales,,10 menit kemudian masih tetap marah
gara2 belum dibales. Kalo pake rumus
“berikan dan lupakan” kayaknya dia ga bakalan marah2. Kalo diasumsikan sms
adalah bentuk sebuah perhatian atau sebuah simpati, ataupun cinta. Maka
seharusnya dia ga perlu marah,, karena ketika kita memberi simpati ataupun
cinta ga perlu kita menanyakan apakah orang tersebut mau membalasnya apa tidak.
Cinta harus diberikan kepada siapa saja. Simpati harus kita berikan ke siapa
aja dan apa saja, tanpa harus kita bertanya apakah dia mau membalasnya.
Mencintai adalah kewajiban dan dicintai bukanlah imbalan…….
Maka berusahalan mencintai bukan karena ingin dicintai…berusahalah
mencintai dari dalam hati….berusahalah mencintai karena ilahi robbi…dengan
caraNya
Mencintai yang dicintai oleh cintaku….
Inti dari kata “berikan dan lupakan” adalah berusahalah
tidak berharap pada makhlukNya…berharaplah pada sang Khalik… karena semua
cinta bersumber padaNya.